
Busan, Fred Babie Indonesia
—
“You and I, best moment is yet to come, the moment is yet to come, yeah.”
Hampir empat tahun lalu di Busan, di panggung terakhir sebelum menjalani hiatus grup untuk menuntaskan wajib militer, ketujuh member
BTS
melantunkan lirik Yet to Come yang kala itu terdengar seperti penenang sekaligus janji terhadap ARMY bahwa mereka akan kembali berdiri bersama di atas panggung sebagai grup yang utuh.
Janji itu akhirnya benar-benar ditepati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan bulan setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer, BTS membuka babak baru lewat album ARIRANG, yang kemudian diikuti tur dunia mulai 9 April 2026 di Goyang, Korea Selatan.
Pada 12 dan 13 Juni lalu, BTS pun kembali ke Busan yang dipilih sebagai salah satu perhentian tur konser dunianya. Keputusan ini terasa sangat simbolis mengingat kota ini menjadi saksi konser terakhir mereka sebelum hiatus hampir empat tahun lalu.
Lebih istimewa lagi, dua malam konser di Busan, tepatnya Sabtu (13/6), bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-13 BTS sebagai grup.
Atmosfer konser hari kedua memang terasa berbeda sejak jauh sebelum lampu stadion meredup. Bertepatan dengan perayaan FESTA (anniversary BTS), ekspektasi ARMY memuncak karena hampir semua orang yakin BTS telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk merayakan ulang tahun mereka bersama-sama.
Berbeda dari tur-tur sebelumnya yang identik dengan panggung hingga berbagai properti spektakuler, BTS kini memilih pendekatan yang jauh lebih sederhana dan intim dengan memakai panggung 360 derajat yang perlahan berputar sepanjang konser.
Panggung ini memastikan setiap sisi stadion mendapatkan kesempatan menyaksikan para member dari angle terbaik. Sebuah LED raksasa yang menggantung di atas panggung turut menyempurnakan setiap ekspresi, detail koreografi, hingga interaksi kecil para member sehingga tetap dapat dinikmati oleh puluhan ribu penonton di berbagai sudut stadion.
Begitu lampu stadion padam, dentuman instrumental yang diikuti bunyi bak gesekan pisau dari lagu Hooligan langsung memecah keheningan. Track kedua di album ARIRANG itu dipilih sebagai pembuka konser, menghadirkan nuansa experimental hip-hop yang agresif dan energetik.
RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook tampil tanpa menyisakan sedikit pun keraguan bahwa mereka telah kembali sebagai sebuah grup yang utuh.
Sejak lagu pertama, sinkronisasi koreografi mereka tampak begitu solid. Puluhan penari latar, permainan laser, tata cahaya yang dinamis, hingga semburan flare merah berpadu menciptakan atmosfer yang intens sejak menit-menit awal.
Empat tahun penantian seolah meledak hanya dalam satu lagu pembuka.
Energi itu tidak hanya datang dari atas panggung. Puluhan ribu ARMY yang memenuhi Busan Asiad Main Stadium tak pernah berhenti bernyanyi maupun meneriakkan
fanchant
dari satu lagu ke lagu berikutnya.
Hampir seluruh setlist dilantunkan bersama, mengubah stadion menjadi paduan suara raksasa yang menyatukan BTS dan ARMY dalam emosi yang sama.
Paruh pertama konser didominasi lagu-lagu dari album ARIRANG. Deretan lagu baru itu menunjukkan warna musikal BTS yang semakin matang: lebih eksperimental, lebih berani, tetapi tetap mempertahankan identitas yang selama ini melekat pada mereka yakni hip-hop.
Meski demikian, BTS tidak melupakan lagu-lagu yang telah menjadi bagian penting perjalanan mereka. Run BTS, Fire, Fake Love, Not Today, Idol, Butter, hingga Dynamite muncul sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini.
Setiap lagu disambut sorakan luar biasa, membuktikan bahwa katalog musik BTS tetap mampu membangkitkan euforia yang sama, tak peduli berapa tahun telah berlalu.
Baca halaman selanjutnya >>>
Salah satu penampilan yang paling berkesan hadir saat BTS membawakan Body to Body, lagu pembuka dalam album ARIRANG.
Atmosfer stadion berubah seketika ketika sampel lagu rakyat Korea, Arirang, mulai diperdengarkan di tengah ke akhir lagu. Tanpa dikomando, puluhan ribu ARMY yang berasal dari seluruh dunia dengan fasih ikut melantunkan melodi yang begitu lekat dengan identitas budaya Korea tersebut.
Euforia kembali mencapai puncaknya ketika intro IDOL mengalun. Lagu yang sejak lama menjadi salah satu anthem konser BTS itu kembali menjadi momen pesta bagi seluruh stadion.
Di tengah penampilan, ketujuh anggota berjalan mengelilingi stadion untuk menyapa ARMY yang duduk di tribun dari jarak lebih dekat. Sorak-sorai penggemar terdengar semakin riuh setiap kali para member melambaikan tangan, menyapa, atau sekadar melempar senyum ke berbagai sisi stadion.
Momen yang paling dinantikan lainnya juga akhirnya hadir saat encore.
BTS membawakan Come Over, lagu produksi Suga yang semula hanya tersedia sebagai hidden track dalam versi vinyl album ARIRANG. Sehari sebelum konser, tepatnya 12 Juni, lagu tersebut akhirnya dirilis secara digital di seluruh dunia.
Tradisi lain yang juga menjadi ciri khas tur ARIRANG adalah sesi surprise songs. Di setiap konser, BTS akan membawakan dua lagu pilihan secara acak dari diskografi mereka selama 13 tahun terakhir, bahkan tanpa memberi tahu para member lagu apa yang akan muncul hingga sesaat sebelum penampilan dimulai.
Sebagai hadiah FESTA, BTS membawakan tiga surprise songs yang terdiri dari Dimple, Magic Shop, dan Ddaeng (lagu anniversary mereka pada 2018 yang sampai saat ini belum dirilis di platform digital secara massal).
Konser kemudian ditutup dengan lantunan One More Night dan Into The Sun.
Penampilan One More Night terasa semakin spesial karena untuk pertama kalinya masuk ke dalam setlist tur ARIRANG. Sejak konser pembuka di Goyang, lagu tersebut selalu digantikan oleh Please sehingga menjadikan Busan sebagai kota pertama yang menyaksikan penampilan perdananya secara langsung.
Yang membuat konser ini terasa begitu hidup adalah bagaimana BTS mengisi panggung tanpa perlu banyak gimik. Tidak ada dekorasi berlebihan ataupun perpindahan set yang rumit.
Yang menjadi pusat perhatian hanyalah tujuh orang dengan kemampuan tampil yang telah ditempa selama lebih dari satu dekade. Vokal live yang stabil, rap yang tajam, koreografi yang tetap presisi meski dibawakan selama hampir tiga jam, hingga chemistry alami di antara ketujuh anggota BTS menjadi alasan mengapa konser ini terasa begitu intim sekaligus megah.
Selama hampir tiga jam, tujuh member membuktikan mengapa mereka masih menjadi salah satu grup terbaik di dunia meski sempat hiatus untuk mengabdi kepada negara hampir empat tahun lamanya.
BTS juga berhasil menunjukkan bahwa kekuatan terbesar mereka memang selalu terletak pada kemampuan tampil secara langsung.
Add
as a preferred
source on Google
Lagu kejutan untuk BTS dan ARMY
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: PDIP Tidak Percaya Jokowi Tak Tahu Ada Prosesi Injak Kepala Kerbau
Baca lagi: AS-Iran Akan Lanjut Negosiasi Pertengahan Juli, Apa yang Dibahas?
Baca lagi: Detik-detik TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS Korban KKB




20 Responses
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=660 ini juga sangat direkomendasikan.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://naiad.pages.dev/04/TSdmOBedjs yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://www.siteprice.org/competitors/cailun.info.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://pxhere.com/da/photographer/4505044 juga patut buat dicek.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://magic.ly/markonah/Eksplorasi-Kuliner-Global:-Seni-Menghargai-Rasa-dan-Kualitas bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke http://minato-rc.main.jp/cms/ren4.php?itemid=151&catid=8 deh, lumayan nambah wawasan.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://www.winningagent.com/forums/users/seauvx/ nyambung banget.
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu http://sylver.d.free.fr/?article2/test-youtube yang bahasannya sejalur sama ini.
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke https://adfam.org.uk/forums/users/smlmnplr/ ya, bahasan mereka juga oke punya.
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://adfam.org.uk/forums/users/smllrnes/ saya dapet banyak info juga dari sana.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://kldp.org/node/60459 yang cukup menarik.
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://kldp.org/comment/262801 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296695 juga bahas hal yang sama lho.
genting138 situs terbaik untuk slot depo 5000 langsung cobain depo 5000terpercaya di genting138 login
Konten seperti ini memang layak untuk diapresiasi. Semoga terus menghadirkan artikel berkualitas. Saya juga mengikuti referensi dari https://www.servethehome.com/ubiquiti-usp-pdu-pro-power-distribution-pro-mini-review/.
Topik yang dipilih sangat relevan dengan kebutuhan pembaca saat ini. Saya juga sempat mengecek https://esparragosvegasdelgenil.es.tl/GALERIA-FOTOS/index.htm.
Terima kasih atas konten yang bermanfaat. Saya jadi memiliki beberapa referensi baru, termasuk [https://sites.bc.edu/uncommonsense/2022/04/12/mock-trial-roles-guidelines/](https://sites.bc.edu/uncommonsense/2022/04/12/mock-trial-roles-guidelines/).
Tulisan Anda membuat saya sadar bahwa saya tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/live-asean-food-safety-forum-13/
Tulisan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis bukti (evidence-based) adalah kunci utama dalam menciptakan tata kelola yang adaptif. https://teknokrat.ac.id/mahasiswa-teknokrat-raih-juara-i-lomba-pidato-bahasa-indonesia-pada-gema-kip-k-2025/
Penjelasannya to the point, gak pakai drama atau basa-basi.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8652-2/